Bercerita tentang Mc yang mencari misteri tentang Great Gate dan dunia. Di bantu oleh rekan - rekan yang tak terduga.
Arya Tempest
Jumat, 14 Februari 2025
Bab 1 The Begining
“ Y-yu, tolong. “Teriak pelan oleh seorang pemuda yang terkapar ditanah.
Ia mengulurkan tangan yang penuh darah kepada seorang gadis di depannya, gadis itu hanya bisa terduduk lemas melihatnya.
“Ke-kenapa? “
“ eh? “
“ Kenapa Yu? “
Pemuda itu mencoba menggapai sang gadis dan memanggil namanya,
“ Yuka! “
“ Aaaahh “
Yuka Pavithra lalu terbangun dengan penuh keringat, napasnya terengah-engah dan jantungnya berdegup kencang,
“ Yuka, tenanglah. Kau baik–baik saja? “
“ Bell? “
Yuka menoleh, ada Bella, teman sekamarnya
“ Ya, aku baik – baik saja. “
“ Benarkah? Kamu tadi mengigau dan tubuh mu berkeringat. “ tanya Bella dengan cemas.
“ Tidak apa Bell, kau terlalu khawatir. “ jawab Yuka dengan senyum.
“ Baiklah kalau begitu.” Jawab Bella dengan wajah yang masih cemas padanya.
“ Ngomong – ngomong, kenapa kau disini Bell? “
“ Semua orang sudah bangun dan berkumpul di ruang makan, aku disini untuk membangunkanmu. “
“ Benarkah? Terima kasih Bell. “
“ Mandilah dan ganti pakaianmu, kutunggu di ruang makan.”
Yuka bangun dan mandi, di dalam kamar mandi dia termenung memikirkan mimpi buruk tadi, akhir – akhir ini dia selalu bermimpi buruk yang sama membuat ia susah tidur. Oleh karena itu ia mengalami insomnia sehingga dia harus meminum obat tidur.
Tapi melakukan itu sepertinya belum berhasil, dia masih ketakutan untuk tidur. Dia menggelengkan kepalanya, memikirkan hal itu terus tidak ada gunanya, aku harus memikirkan yang lain. Pikirnya dalam hati, tapi jauh di lubuk hatinya dia tahu bahwa dia tidak bisa menghilangkan rasa bersalah atas kejadian waktu.
Setelah mandi Yuka berjalan menuju ruang makan. Semua orang sudah berada di ruang makan yang terletak di belakang villa tempat mereka menginap. Yuka mengambil makanan dan mencari Bella.
“ Ooiii, Yukaa. Disini “ Teriak Bella sambil melambaikan tangan ke arahnya.
“Jangan teriak begitu.“ tekan Yuka dengan wajah memerah
“ Ahh. . . Sorry – sorry. “jawab Bella dengan tangan mengatup
Yuka duduk disebelah Bella, dan mereka mulai makan. Bella, dengan nama lengkap Bella Wulandari adalah sahabat Yuka dari SMP. Mereka pertama kali bertemu saat Yuka dan kakak laki – lakinya menolongnya dari kejaran anjing liar. Sejak saat itu Bella dekat dengan keduanya dan bermain bersama
“ Aku dengar liburan kali ditempat ini atas ide dari ketua OSIS. “
“ Benarkah? Bukannya sekolah kita yang merencanakan? “
Yuka mendengar teman – temannya berbicara tentang liburan ini.
“ Ya. liburan kita hari ini adalah rencana tahunan sekolah SMA Sukma Dinarta untuk refreshing kita setelah ujian semester. “
SMA Sukma Dinarta adalah sekolah menengah yang didalamnya siswa – siswi elit. Untuk masuk tes di sekolah ini mereka harus mempunyai nilai yang tinggi dan lulus tes masuk yang ketat. Juga SMA Sukma Dinarta mempunyai kegiatan ekstrakurikuler yang banyak sehingga membuat sekolah ini menjadi salah satu sekolah favorit di negri ini. Dan itu juga banyak perusahaan besar mengincar lulusan sekolah ini untuk bekerja di perusahaan mereka.
“ Tapi ini tidak seperti biasanya? “
“ Apa maksudmu? “
“ Liburan kali ini, biasanya kita hanya beberapa hari berlibur dan tempatnya tidak begitu jauh dari kota. Tapi kita liburan di Tempat Wisata Pantai Projo yang letaknya jauh, akses ke tempat pun cukup sulit. “
Tempat Wisata Pantai Projo adalah tempat wisata baru di kota Projo, yang berada di pulau sebelah dari kota tempat sekolah berada. Sekolah menyewa sebuah villa besar dekat pemukiman penduduk sekitar.
“ Aku mendengar bahwa OSIS dan sekolah yang memilih tempat ini dan aku mendengar kabar bahwa hal ini untuk menghindari orang-orang bertanya tentang kasus yang menimpa sekolah kita. “
“ Maksudmu, kasus yang di berita itu? “ sambil menunjuk TV di depan.
Mendengar itu Yuka dan Bella menoleh ke arah TV
“- perkembangan kasus siswa yang hilang di daerah pinggir kota masih menjadi misteri, polisi setempat masih mencari keberadaan siswa tersebut. Polisi juga sudah bertanya kepada saksi yang melihat terakhir kali melihat tersebut dan bertanya kepada keluarga siswa dan belum menemukan hasil. Tapi menurut kabar beredar bahwa siswa tersebut di duga dinyatakan tewas karena bunuh diri karena tekanan ekonomi dan ketatnya aturan sekolah, serta adanya bullying di sekolah
Ini ditandai dengan bukti pisau dan tali tambang di TKP, tetapi pihak sekolah membantah adanya bullying di sekolah. Dan keluarga siswa membantah bahwa siswa bunuh diri dengan mengakatan bahwa jasad tidak ada di TKP. Tapi pihak kepolisian masih akan terus mendalami kasus ini –“
“Lihat, gara-gara itu nama sekolah jadi tercemar, Siapa yang menyebarkan gosip tentang pembullyan? “
“ Aku kira tidak ada. Tapi kenapa sekolah seakan-akan lepas tangan dalam kasus ini? “
“ Entahlah, mungkin dia memang beneran bunuh diri, dan keadaan keluarga yang kacau. Aku melihat dia bekerja paruh waktu dan mempunyai adik yang manja serta mempunyai seorang kakak yang sibuk, jadi dia tidak kuat dan akhirnya dia-“
Yuka berdiri langsung pergi tanpa menghabiskan makannya
“ Ehh Yuka tunggu! “
Bella mengejar Yuka yang terburu buru pergi. Sementara itu, di berita TV. . .
“ – Benda misterius ditemukan oleh seorang warga yang sedang menggali sumur di kebun belakang rumahnya, Di perkiraan benda itu berusia ratusan tahun yang lalu, para ahli terus meneliti benda tersebut-“.
. . .
Seorang wanita berjas menaiki panggung yang terletak di lapangan disamping villa dengan semua orang di depannya.
“ Selamat pagi semua, hari ini adalah hari kedua liburan kita. Setelah melewati perjalanan panjang akhirnya kita sampai dengan selamat. Sekarang, untuk kegiatan hari ini akan di jelasakan oleh ketua OSIS SMA Sukma Dinarta, Shiina Pavithra. “
Rambut hitam panjangnya berkibar saat menaiki panggung, memegang mic dan memulai pidatonya,
“ Halo kelas 2 SMA Sukma Dinartaaa!”
“ . . . “
“. . . “
Orang – orang pada diam, tidak ada yang menanggapi Shiina. Jelas, karena semuanya kecewa dengan wisata ini dan rumor beredar bahwa sekolah mengabaikan masalah yang menimpa baru – baru ini.
“ ee. . . . Mungkin kalian bertanya kenapa sekolah kita SMA Sukma Winarta memilih Tempat Wisata Pantai Projo sebagai tujuan wisata kita, karena tempat ini adalah wisata baru di negri ini dan belum banyak orang tahu tentang tempat ini. Tempat ini memiliki wisata pantai yang indah juga ada tempat – tempat yang mengandung nilai sejarah. Sekolah sudah berbicara dengan penduduk setempat tentang wisata kita dan mereka menyambut dengan ramah.
Di sini mereka menawarkan permainan, sovenir, makanan dan olahraga. Sekolah sudah membayar semua, sehingga kalian bisa menikmati dengan gratis. “
“ wow! “
“ benarkah itu!“
“kita bisa main sepuasnya! “
Shiina melihat semangat mereka mulai muncul. Sebelumnya dia khawatir dengan perjalanan ini, karena jaraknya yang lumayan jauh dan tempat wisata yang belum dikenal banyak orang. Sehingga membuat semua orang tidak semangat dalam liburan. Tapi setelah berdiskusi dengan pihak sekolah, dia yakin bahwa liburan kali ini akan lancar dan siswa tidak akan kecewa.
“ ee. . . tenang semua mohon didengarkan. Mohon jaga sikap dan sopan santun kalian saat berlibur dan pastikan sebelum jam 21.00 sudah kembali ke villa. Terima kasih dan selamat berlibur. “
“ Kita mau kemana dulu nih? “
“ Foto – foto di depan pantai yuk”
“ Kita coba mancing, mungkin ada warga menyewakan alat pancing, mumpung gratis. “Semua orang bubar dan bersemangat.
. . .
Sinar matahari menyengat menyinari pantai, semua orang masih bersemangat dalam berlibur, tidak hanya para siswa tapi ada juga beberapa wisatawan lokal dan asing yang berlibur disini.
Seorang gadis duduk di bebatuan pinggir pantai dengan rambut coklat sebahu yang berkibar terkena angin laut, dia termenung melihat pemandangan pantai yang indah.
“ ehh. . . Yuka kau disini? Bella mencarimu dari tadi? “
Seorang gadis menyapa Yuka dengan rambut pirang panjang dan membawa alat pancing dipundaknya.
“ Crala.”
Crala Triasih adalah murid pindahan sejak kelas 1, dia keturunan Inggris – Jawa yang keluarga nya pindah karena urusan pekerjaan. Dia orang ramah dan suka berteman menjadikannya terkenal di sekolah.
“ Begitukah? Aku akan kembali, ngomong – ngomong kenapa kau bawa pancingan? “
“ hah. . . Kau tidak dengar tadi di lapangan ? Kakak mu tadi, mbak Shiina bicara tentang - . . . O iya aku tidak melihatmu di lapangan, apa dari tadi kamu disini? “
“ eem . . .”
“ hahh” Clara menarik napas pasrah
“ Kembalilah, mbak Shiina pasti mencarimu.“
Di saat Yuka akan berdiri,
“ Hmm, tuh lihat yang dibicarakan datang. “ kata Clara sambil melihat di belakang.
Yuka melihat Bella dan Shiina berlari ke arahnya,
“ Yukaa”
“ Yuu! “
“ Kak Shii-“
Bella langsung memeluk Yuka dengan erat.
“ Kau dari mana saja! Setelah makan kau langsung lari dan menghilang. Aku bertanya kepada warga sekitar dan teman – teman, lalu aku bertemu dengan mbak Shiina dan menceritakan kejadian nya. Kami mencarimu kemana – mana. “
“ ee. . . Maaf Bell, kak, aku. . . “
Yuka terdiam tidak bisa menceritakan alasannya.
“ apa kau kepikiran kata – kata mereka? Tidak usah dipikirkan itu hanya gosip. “
Yuka masih terdiam dan menundukkan kepalanya ke bawah.
“ Yu. . . “ Shiina mencoba memegang tangan nya, tapi Yuka menghindar membuat Shiina kaget
“ eeh maaf kak. “
Melihat itu Bella dan Crala pun sedih, dulu Yuka dan Shiina akrab dan sering tertawa bersama, bahkan sampai kedua orang tuanya tidak ada mereka masih tersenyum. Tapi semenjak kepergian saudara mereka dan teman sekelas Crala dan Bella suasana di keluarga nya kurang harmonis. Yuka yang dulu ceria sekarang mudah melamun dan tidak bersemangat. Sementara Shiina harus bekerja ekstra, pulang malam untuk menghidupi keluarga nya, sehingga tidak ada waktu untuk bicara.
“ O iya Clara, ayo kita berdua memancing. “
“ hah! . . Tapi kau tidak bawa pancingan Bella. “
“ itu gampang, ayo. “kata Bella sambil menarik tangan Clara.
“ eehh. . . Tunggu, jangan menarik tanganku!“
Bella dan Clara meninggalkan Yuka dan Shiina dalam keadaan yang canggung.
“ Yu, bagaimana kalau kita duduk? “ kata Shiina dengan canggung.
“Em. . Ya. “ kata Yuka dengan pelan
Mereka duduk bersama sambil melihat teman – teman bermain di pantai. Mereka terdiam cukup lama. Akhirnya Shiina mulai bicara,
“ Yu, aku mendengar dari Bella bahwa kau masih kepikiran gosip itu dan lari.“
Badan Yuka bergidik mendengar itu, apakah dia takut aku marahi? Pikir Shiina
Mungkin benar, semenjak Ary tidak ada aku tidak memperhatikan Yuka.
“ Yuka . . “ kata Shiina sambil mengambil tangan Yuka
Yuka kaget dan mencoba melepaskan tapi Shiina tidak membiarkan nya,
“Lihat kesini Yuka, tatap mataku. “
Yuka masih takut menoleh, aku akan dimarahin lagi.pikir Yuka takut.
“ Yuka. “kata Shiina dengan pelan
“ Yu “
Yuka memberanikan diri dan menoleh dan,
“ ehh. . Kak –“
Air mata menetes dari mata Shiina, matanya berkaca – kaca, Yuka kaget dan mencoba bicara tapi,
“ Yuka maafkan kakak mu ini” kata Shiina sambil menangis,
“ Aku harusnya di sampingmu saat kau kesusahan, aku harusnya bersamamu saat kau ketakutan, aku harusnya mendengarkanmu saat kau ingin bicara. Tapi aku malah menghindar darimu, menjauh dan tidak menyempatkan waktu untukmu. Membuat hubungan kita jadi begini. Kau berhak kesal, benci dan marah padaku. Aku tidak pantas mengatakan ini padamu, tapi aku minta satu hal, jangan menghilang dari ku, jangan pergi. “
Shiina memeluk Yuka dengan erat.
“ Aku khawatir padamu, aku takut kehilangan orang yang ku sayangi lagi.”
Yuka kaget, tidak menyangka bahwa kakaknya Shiina begitu khawatir padanya, dia mengira bahwa dirinya lah yang membuat Shiina menjauh darinya, dirinya lah yang mengira membuat Shiina selalu marah padanya, menghindar dan cuek padanya. Aku salah, bodoh, tindakanku lah yang membuat kakak khawatir, ku kira kakak tidak peduli lagi padaku. Pikir Yuka di dalam hati.
. . .
“ Kak, aku. . . “
Tiba – tiba terdengar suara riuh orang – orang. Yuka melihat banyak orang berlari menuju ke suatu tempat. Bella berlari ke arahnya.
“ Yuka, mbak Shiina kalian harus melihat ini.”
Mereka berdua mengikuti Bella dibelakang dan berlari. Orang – orang berkumpul ramai di depan sebuah goa berusaha melihat apa di dalamnya.
“ Bell, ada apa ini? “ tanya Shiina
“ Katanya salah satu siswa menemukan sebuah pintu di dalam goa. “
“Pintu? “sela Yuka
“ Aku tidak tahu secara pasti, aku hanya mendengar orang – orang berbicara tentang pintu, Clara tadi ada di dalam bersama yang lain. Mungkin dia tahu tentang ini. “
Selang beberapa menit kemudian Guru Sanya dengan beberapa tokoh masyarakat setempat datang dan langsung mencoba menerobos kerumunan orang. Melihat itu mereka bertiga mencoba mengikuti dari belakang.
“ Maaf tolong minggir. “
“ Permisi. “
Sampai di dalam goa mereka bertiga melihat Sanya dan 2 orang lain berada di depan pintu.
“ Apakah kau yakin mereka semua ada di dalam? “ tanya Guru Sanya
“ Aku yakin sekali, mereka masuk kedalam setelah batu ini runtuh. “ jawab pak tua yang berada di sebelah kanan Guru Sanya.
“ Tidak ada lubang kunci di pintu ini dan pegangan pintu, bagaimana mereka bisa terkunci? “ tanya bapak berjenggot di yang sedang berjongkok didepan pintu.
Bella mencoba mengintip di balik bebatuan melihat pintu tersebut. Pintunya besar tinggi 3 meter dengan ukiran aneh di sisi pintu. Dengan bahan pintu tanah besi yang mengkilap, tidak cocok dengan kondisi goa lama.
Bella terpukau melihatnya, lalu,
“Ah. . “
“ aduh! “
Mereka terjatuh dan itu mengejutkan Guru Sanya dan yang lainnya.
“ Kalian. . . Apa yang kalian lakukan disini? “
“ Kami mencari Clara .”
“ Dia ada dibalik pintu itu bersama yang lain. “
Guru Sanya menjelaskan pada mereka bahwa Clara dan teman – teman terjebak di balik pintu, mereka mencoba membukanya tetapi tidak berhasil.
Yuka yang penasaran melihat pintu itu dari dekat,
“ Tidak ada lubang kunci dan daun pintu. “
“ hmm. . . lalu bagaimana mereka bisa masuk? “ tanya Bella
“ Mungkin ada sejenis tombol atau tuas tersembunyi “ timpal Shiina sambil mengamati pintu. “
“ Kalian bertiga coba keluar panggil petugas damkar, disini tidak ada sinyal. “ kata Guru Sanya sambil melihat smartphone nya
Yuka mencoba menyentuh pintunya, tetapi,
“ Ah.. “
“ Yuka.. “
“ Awas! “
“ Kalian. . “
. . .
“ aduh – duh. . berat. “ keluh Yuka
“ Kasar sekali, jangan sebut aku berat. “ jawab bella
Mereka jatuh tertelungkup ke depan dengan saling bertindih.
Di dalamnya ternyata terdapat lorong panjang dengan dinding batu disekitarnya, Yuka, Bella, Shiina dan Sanya tersebut melihat dan memutuskan untuk menyusuri lorong tersebut. Setelah beberapa menit mereka sampai di sebuah riuangan besar seukuran gor olahraga. Didalamnya mereka melihat Clara bersama teman – teman dan menghampirinya.
“ Clara, teman – teman! “
“ Bella, Yuka, Shiina bahkan Guru Sanya? “
“ Apa yang terjadi? “
Clara menjelaskan bahwa pada saat mereka masuk ke goa. Mereka menemukan sebuah pintu aneh yang tertutup dinding batu, lalu Sarah Adela si kutu buku yang penasaran menyentuhnya dan sesaat kemudian, tiba – tiba pintu nya mengeluarkan cahaya. Dinding batu di sekitar pintu runtuh dan terbuka. Mereka terkejut, dan Tiara Ningsih masuk kedalam tapi dihentikan oleh Sani Saki si ketua kelas, tapi dihiraukan dan tetap masuk. Sani pun terpaksa ikut masuk dan yang lain mengikuti.
“Begitu. . “gumam Sanya
“ Bu Sanya, trus ini gimana? “ tanya Clara
“ Kalian sudah cari jalan keluar lain? “
“ Sani dan Ken membagi kelompok dan berpencar, sementara sisa nya menunggu disini. “
“Hmm. . . . Kalau begitu, kita tunggu mereka kembali, sementara saya dan Shiina akan coba membuka kembali pintu masuk tadi. “
Sementara mereka sedang berbincang Yuka melihat arsitektur goa, tidak ada yang aneh di dalam nya, tetapi yang membuat Yuka penasaran adalah di salah dinding ada benda menonjol seperti papan. Dia mencoba menggalinya dan. .
“ Apa ini? “
Sebuah tangan yang memegang papan bertuliskan.
“ Keabadian adalah pedang bermata dua, kotak pandora yang terkutuk, bagi yang ingin mendapatkan nya harus membuang semuanya, dan yang ingin menghancurkannya adalah kerugian baginya. Jam pasir yang terus berputar tanpa henti. Menghentikan itu tidak mungkin bagi yang berani ambil bara yang panas dan menggengam nya dengan erat. “
“ Apa maksudnya?. . Teman – teman, aku menemukan sesuatu! “
Mereka berlari ke arah Yuka,
“ Apa kau menemukan jalan keluar? “
“ Bukan. . tapi lihat ini, ada tulisan di papan apa kalian mengerti maksud kalimat ini? . “
Sarah melihat papan tersebut, bingung dan bertanya kepada Yuka,
“ Huruh?atau angka? , aku belum pernah melihat ini. Yuka, apakah kau bisa membacanya ? “
“ Hmm. . . Mungkin sebuah angka kode? “
“ Apa?! Bukankah ini jelas sebuah kalimat, apakah kalian tidak bisa membacanya? “tanya Yuka
Kenapa hanya aku yang bisa membaca tulisan ini? Aku merasakan deja vu saat melihat nya. Pikir yuka
Lalu, salah satu dari kelompok Sani berlari ke arah mereka dengan tergesa – gesa.
“ Teman – teman! Kami menemukan cahaya di ujung goa! “
Mendengar hal itu, Mereka langsung berlari ke ujung goa. Sampai di sana mereka mereka menemukan kelompok Sani dan Ken berdiri di depan pintu bercahaya.
“ Kalian datang. “ kata Ken
“ Semuannya sudah berkumpul,lalu. . . tunggu! Kenapa Bu Sanya, Yuka, mb Shiina dan Bella ada disini? “
Bu Sanya lalu menjelaskan kejadian nya,
. . .
“ Begitu ya. . . Kalau begitu bagaimana Bu Sanya? “
“ Sebaiknya kita keluar melaui pintu itu, Kalau menunggu lebih lama disini juga berbahaya. “kata Bu Sanya sambil melihat sekeliling. “
Lalu mereka sepakat keluar menuju pintu cahaya tersebut,
“Ayo Yuka. “kata Shiina
Yuka dengan perasaan tidak enak melangkah, melihat tangan yang digandeng kakak nya dan bersama menuju pintu cahaya. Lalu. . . . .
Langganan:
Postingan (Atom)
The Mystery of the Great Gate, Monsters, and Human with Creation Abilites
Sinopsis : Bercerita tentang Mc yang mencari misteri tentang Great Gate dan dunia. Di bantu oleh rekan - rekan yang tak terduga.
-
“ Y-yu, tolong. “Teriak pelan oleh seorang pemuda yang terkapar ditanah. Ia mengulurkan tangan yang penuh darah kepada seorang gadis di dep...
-
Sinopsis : Bercerita tentang Mc yang mencari misteri tentang Great Gate dan dunia. Di bantu oleh rekan - rekan yang tak terduga.